Selasa, 17 Januari 2017

Tonjong Canyon Cipatujah

23:34


Tonjong Canyon 

Berada di Ds. Nagrog Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu sekitar 2 - 3 jam dari Tasikmalaya Kota atau jarak tempuh sekitar ± 83 km. Dari Kota Tasikmalaya kita menggunakan sepeda motor karena kalau menggunakan roda empat untuk menuju lokasi tidak bisa dilalui karena medan area yang hanya cukup untuk kendaraan roda dua saja.

Saya akan jelaskan untuk menuju lokasi dari Tasikmalaya Kota kita bisa lewati jalan raya Karangnunggal lalu dari pertigaan Karang - Pamijahan belok kiri menuju Jl. Raya Cipatujah dari pertigaan belok kanan menuju ke arah Cintabodas / Culamega disana akan menemukan sebuah TK Nurul Insan belok kiri, tapi hati-hati sesudah TK badan jalan mulai menyempit hanya cukup untuk kendaraan roda dua dan jalannya pun cukup memicu adrenalin yup agak menukik tajam kemiringan sekitar 80° rombongan kami pun kendaraannya ada yang mulai tak kuat menahan beban dan terpaksa tuk di dorong demi keselamatan penumpang. 

Sesudah sampai lokasi alhamdulillah kami  singgah di rumah pribumi sana yaitu sdr. kang Adam, kang Adam sendiri pribumi orang sana, tapi dia sendiri sekarang sedang nge-kost di daerah Tasikmalaya Kota dan kebetulan kami dari Tasikmalaya bisa diantar sampai lokasi sama kang Adam orangnya baik disuguhi makanan pula. Singgah sebentar untuk istirahat dan melaksanakn ibadah sholat dzuhur, sesudah sholat dzuhur baru kami lanjutkan perjalanan.

Dari perumahan warga disana kita lanjutkan kembali memakai motor sekitar 10 menitan, lalu kendaraan kami pun terpaksa harus disimpan di kebun milik warga karena medannya hanya cukup untuk berjalan kaki saja, untuk berjalan kaki menuju lokasi dibutuhkan waktu sekitar 15 menit atau sekitar 500 meter dari atas, dikatakan dari atas ya karena harus turun menelusuri kebun warga yang lumayan agak rimbun dan curam cukup menguras tenaga juga untuk mengerem kaki dan menanjak diwaktu pulang. Sekilas ada video sedikit dimana kita telah sampai lokasi.


Keseruan kami pun tak sampai situ, dimana kami mencoba tuk mengambil moment lewat sebuah foto yang menjadi kewajiban dimana pun ketika mengunjungi sebuah tempat yang kita tuju.


Tempat seindah gini siapa yang gak tertarik coba, rekomended deh pokonya selain tempatnya keren alami pula belum dikomersilkan oleh warga sekitar.


Jangan lupa abadikan dengan cekreek..!!


Bagi temen-teman yang mau berkunjung atau menyampaikan informasi ke masyarakat umum mengenai keberadaan lebih lengkap tonjong canyon dan yang dapat di jadikan guide disana yaitu kang Aom selaku ketua karang taruna di Ds. Nagrog dengan nomor kontak handphone 0853-1465-1267.


Yuk Explore Tonjong Canyon. Never Stop Exploring, My Trip My Adventure





Rabu, 20 Januari 2016

Taman Lengsar Sindangkerta

15:06
Pantai Taman Lengsar adalah pantai yang menjadi objek wisata utama Desa Sindangkerta. Pantai ini dinamakan Taman Lengsar karena struktur pantai yang landai sehingga penduduk menyebutnya ‘lengsar’ yang berarti landai dalam bahasa Sunda. Pada pagi hari kita akan mendapati Pantai Taman Lengsar ini dalam keadaan pasang. Namun, pada siang hari air laut mulai surut dan kita akan terkesima dengan indahnya karang pantai ini.
Berjarak 186 kilometer dari kota Bandung, Desa Sindangkerta adalah salah satu desa yang termasuk ke dalam gugusan desa yang bersentuhan langsung dengan garis pantai selatan kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Terletak di kecamatan Cipatujah, desa yang luasnya 2351 Ha ini memiliki beberapa pantai yang sangat menarik untuk dicicipi keindahannya. Bila menelusuri bibir pantai yang kurang lebih mencapai panjang 4 kilometer itu, kita akan disuguhi dengan pantai yang dibagi menjadi dua jenis yang berbeda karakteristiknya, yakni pantai berpasir dan pantai karang.

Surutnya air laut ini tak hanya dinikmati oleh para wisatawan yang datang. Beberapa penduduk juga memanfaatkan waktu surut ini untuk menangkap beberapa ikan-ikan yang terjebak dalam karang. Ikan hias bisa mereka simpan, sementara ikan lainnya mereka gunakan menjadi lauk untuk makanan sehari-hari. Ikan-ikan ini pun ditangkap tak hanya menggunakan pancing, beberapa orang menggunakan tangan untuk menangkap ikan kecil yang terjebak itu. Selain itu beberapa penduduk memanen rumput laut yang tumbuh di ujung karang yang berdekatan dengan laut lepas. Rumput laut itu nantinya akan mereka jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meskipun pantai ini termasuk pantai yang berkarang, namun ada sisi pantai untuk berenang. Sisi pantai tersebut memang tak ada karang yang menganggu sehingga aman untuk berenang dengan bebas. Penduduk Pantai Taman Lengsar juga menyediakan ban yang disewakan bagi wisatawan yang ingin berenang.

Tepat di sebelah Pantai Taman Lengsar, terdapat retakan yang dinamakan Selokan Wangi. Menurut penduduk, orang-orang zaman dulu menamakan Selokan Wangi karena suatu saat nanti, retakan ini akan harum namanya dan diketahui oleh banyak orang.

Pantai Taman Saut 
Di sebelah barat pantai Taman Lengsar anda akan bertemu dengan sebuah pantai yang berbalut pasir-pasir lembut bernama Pantai Taman Saut. Tidak seperti pantai Taman Lengsar, pantai ini masih belum terjamah oleh keramaian. Pantai Taman Saut juga tidak memiliki karang-karang yang cukup banyak seperti Taman Lengsar. Pantai ini memiliki topografi yang sama dengan pantai Parangtritis di Jogjakarta, bibir pantai yang terbentang lebih dari 10 meter menuju laut lepas menjadi daya tarik tersendiri.

Pantai Pamoekan
Pantai Pamoekan terletak di sebelah timur Pantai Taman Lengsar. Memiliki komposisi karakteristik pantai pasir dan karang, pantai Pamoekan menjadi daftar pantai dengan potensi wisata yang bagus untuk dikunjungi. Pantai Pamoekan merupakan salah satu yang menjadi lokasi pemukiman nelayan di daerah Sindangkerta.

Kita akan melihat ‘aquarium’ jika berjalan menyusuri karang yang tengah surut. Beberapa binatang laut yang terjebak  menjadi pemandangan yang indah untuk disaksikan. Ikan, kepiting kecil, dan beberapa binatang laut lainnya terlihat jelas pada lubang-lubang karang baik yang besar maupun kecil. Namun kita perlu berhati-hati karena karang sangat licin oleh tumbuhan laut dan air. Tak hanya itu, kelabang laut, binatang laut yang cukup berbahaya juga menjadi ranjau yang cukup berbahaya.

Selasa, 19 Januari 2016

Air Terjun Curug Dawuan

16:07


Curug Dawuan Atas. Foto by : @fajar_kakoi
Air Terjun Curug Dawuan, berada di Ds. Santanamekar Kec. Cisayong Kab. Tasikmalaya adalah Air Terjun/Curug yang berada di kaki Gunung Galunggung merupakan curug yang masih alami dan masuk area hutan, jalan menuju lokasi memang sangat menantang terlihat di pinggir jalan setapak terdapat jurang yang sangat curam dan rimbunnya pohon-pohon besar, di perjalan kita bisa menemukan segerombolan monyet dan juga oak jawa yang bergelantungan jadi cukup menghibur walaupun perjalanan yang sukar dilewati.

Curug Dawuan Bawah. Foto By : @fajar_kakoi

Sesampai di lokasi anda akan terpukau dengan pesona alam yang liar dan alami terbukti dengan air yang begitu jernih, bahkan saking jernihnya pantulan langitpun akan terlihat seolah-olah air pun berubah warna menjadi biru. Penasaran dengan kedalaman air yupps sepintas seperti dangkal padahal pas anda coba tuk berenang dan nyebur ke kolam anda akan tau betapa dalamnya kolam tersebut ya sekitar kira-kira 5 meteran, cocok untuk yang hobi meloncat dari atas air.

Curug Dawuan Bawah. Foto by : @fajar_kakoi

Akses menuju ke sana adalah melalui jalan Cisayong atau dari Jalan baru Cising (Ciawi-Singaparna) belok ke kiri nanti ada plang atau lurus kalau dari arah Cisayong menuju ke Santanamekar. Dipertigaan anda akan menemukan papan pemberitahuan arah menuju Curug Blek atau Curug Putih, dua-duanya bisa dilalui mau ke arah kiri atau lurus juga bisa. Sampai di portal karena masuk area Parkir Curug Batu Blek anda akan dikenakan biaya masuk sekitar Rp. 5.000,- dari parkiran motor disimpan dan dititipkan ke petugas parkir masyarakat disana, melewati warung-warung kecil anda akan memulai perjalanan, perjalanan menuju ke sana lumayan jauh kata masyarakat sekitar sekitar 2 atau 3 jaman cukup menguras tenaga dan anda akan terkecoh dengan jalur antara Curug Batu Blek dan Curug Putih karena papan pemberitahuan menuju lokasi tidak ada. Belok kiri dan sedikit naik ke atas anda akan masuk hutan yang jarang terjamah oleh manusia, sedikit gelap karena rimbunnya pohon, dan juga medan jalan melalui jalan setapak yang pinggirnya tebing-tebing curam, hati-hati banyak simpangan atau jalur banyak cabang, sebaiknya kalau mau kesana jangan coba-coba tanpa dipandu oleh Guide atau masyarakat sekitar karena salah belok anda akan kesasar di dalam hutan. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kami pihak MTMA Tasik mengenai kondisi jalan, dan juga kami siap menjadi pemandu anda jika anda membutuhkan kami.